Jumat, 20 Januari 2012

kancil dan kura kura


Kancil dan Kura-kura

Cerita rakyat dari Kalimantan Barat.
Kancil dan kura-kura sudah lama bersahabat.  Pada
suatu hari mereka pergi menangkap ikan disebuah danau.
 Berjumpalah mereka dengan seekor kijang.  Kijang
ingin ikut.  Lalu mereka pergi bertiga.
Sampai disebuah bukit mereka bertemu dengan seekor
rusa.  Rusa juga ingin ikut.  Segera rusa bergabung
dalam rombongan.  Dalam perjalanan, disebuah lembah
berjumpalah mereka dengan seekor babi hutan.  Babi
hutan menayakan apakah ia boleh ikut.  "Tentu saja,
 itu gagasan yang baik, daripada hanya berempat lebih
baik berlima," jawab kura-kura.
 Setiba di bukit yang berikutnya, berjumpalah mereka
dengan seekor beruang.  Lalu mereka berenam
melanjutkan perjalanannya.  Kemudian mereka bertemu
dengan seekor badak.  "Bagaimana kalau aku ikut,"
tanya badak.  "Mengapa tidak?", jawab semua.  Bahkan
 lalu bergabung pula seekor banteng.
Kali berikutnya rombongan kancil bertemu dengan seekor
kerbau yang akhirnya ikut serta.  Begitu pula ketika

mereka bertemu dengan seekor gajah.  Demikianlah,
mereka bersepuluh berjalan berbaris beriringan
mengikuti kancil dan akhirnya mereka sampai ke danau
yang dituju.  Bukan main banyaknya ikan yang berhasil
ditangkap.  Ikan kemudian disalai dengan mengasapinya
dengan nyala api sampai kering.
Keesokan harinya, beruang bertugas menjaga ikan-ikan
ketika yang lainnya sedang pergi menangkap ikan.
Tiba-tiba seekor harimau datang mendekat.  Tak lama
kemudian beruang dan harimau terlibat dalam
perkelahian seru.  Beruang jatuh pingsan dan ikan-ikan
habis disantap harimau.
Berturut-turut mereka kemudian menugasi gajah,
banteng, badak, kerbau, babi hutan, rusa dan kijang,
semuanya menyerah.  Sekarang tinggal kura-kura dan
kancil yang belum terkena giliran menunggu ikan.
Kura-kura dianggap tidak mungkin berdaya menghadapi
harimau, maka diputuskanlah kancil yang akan menjaga.
Sebelum teman-temannya pergi menangkap ikan,
dimintanya mereka mengumpulkan rotan
sebanyak-banyaknya.  Lalu masing-masing dipotong
kira-kira satu hasta.  Tak lama kemudian tampak kancil
sedang sibuk membuat gelang kaki, gelang badan, gelang
lutut dan gelang leher.  Sebentar-sebentar kancil
memandang ke langit seolah-olah ada yang sedang
diperhatikannya.  Harimau terheran-heran, lalu
perlahan-lahan mendekati si kancil.  Kancil pura-pura
tidak mempedulikan harimau.

Harimau bertanya, "Buat apa gelang rotan
bertumpuk-tumpuk itu?".  Jawab kancil, "Siapa yang
memakai gelang-gelang ini akan dapat melihat apa yang
sedang terjadi di lagit".  Lalu dia menengadah sambil
seolah-olah sedang menikmati pemandangan di atas.
Terbit keinginan harimau untuk dapat juga melihat apa
yang terjadi di langit.
Bukan main gembiranya kancil mendengar permintaan
harimau.  Dimintanya harimau duduk di tanah melipat
tangan dan kaki.  Lalu dilingkarinya kedua tangan,
kedua kaki dan leher harimau dengan gelang-gelang
rotan sebanyak-banyaknya sehingga harimau tidak dapat
bergerak lagi.
Setelah dirasa cukup, rombongan si kancil berniat
kembali pulang ke rumah, akan tetapi mereka bertengkar
mengenai bagian masing-masing.  Mereka berpendapat,

siapa yang berbadan besar akan mendapatkan bagian yang
besar pula.  Kancil sebenarnya tidak setuju dengan
usulan tersebut.  Lalu dia mencari akal.
Tiba-tiba melompatlah kancil dan memberi tanda ada
marabahaya.  Semuanya ketakutan dan terbirit-birit
 melarikan diri.  Ada yang jatuh tunggang langgang, ada
yang terperosok ke lubang dan ada pula yang tersangkut
akar-akar.  Salaipun mereka tinggalkan semua.  Hanya
kancil dan kura-kura yang tidak lari.  Berdua mereka
pulang dan berjalan berdendang sambil membawa
bungkusan yang sarat.
================================================
"Berkat kecerdasan tinggi, yang lemah jadi kuat dan
yang ditindas jadi pemenang".









   TRANSLET:
Mouse Deer and Tortoise

Folktale from West Kalimantan.

Mouse deer and the tortoise has long been friendly. On
One day they went fishing lake disebuah.
See your them with a deer. Deer
want to participate. Then they went to all three.
Disebuah hill until they met a
a deer. Deer also want to participate. Deer soon joined
in the group. On the way, disebuah valley
see your them with a wild pig. Pig
Forest asks you whether he should participate. "Of course,
it's a good idea, rather than just the four of more
either five, "answered the tortoise.
Arriving at the next hill, they see your
with a bear. Then the six of them
continue the journey. Then they met
with a rhinoceros. "What if I go,"
asked rhinoceros. "Why not?", Answered all. Even
then join also a bull.
The next time the group met with a deer
buffalo that finally participated. Similarly, when
they met with an elephant. Thus,
ten of them marching hand in hand
follow the deer and finally they get to the lake
the destination. What a number of fish that successfully
was arrested. Fish then disalai with mengasapinya
with a flame until dry.
The next day, the bear in charge of keeping the fish
when the others were going fishing.
Suddenly a tiger came closer. Shortly
then the bear and tiger involved in the
exciting fights. Bear collapsed and the fish
eaten tiger.
Respectively they are then assigned an elephant,
buffalo, rhino, buffalo, wild boar, deer and antelope,
all of them give up. Now living turtles and
deer that has not affected the fish wait their turn.
The tortoise is considered unlikely powerless against
tiger, it was decided that would keep the deer.
Prior to his friends go fishing,
asked them to collect rattan
as much as possible. Then each cut
about one cubit. Soon the deer appear
're busy making anklets, bracelets body, bracelet
knee and neck bracelets. Intermittently deer
looked into the sky as if someone was
noticed. Tiger's astonishment, then
slowly approached the deer. Mouse Deer pretended
do not care about tigers.
Tiger asked, "Why rattan bracelets
reams of it? ". Answer deer," Who
wear these bracelets will be able to see what
is happening in lagit ". Then he looked up with a
as if she were enjoying the view above.
Sunrise tiger desire to be able to also see what
that occurred in the sky.
What a clever individual elated to hear the request
tiger. Asked the tiger sitting on the ground folded
hands and feet. Then dilingkarinya both hands,
both legs and neck tiger with bracelets
rattan as much as possible so that tigers can not be
moving again.
Once is enough, the group intends deer
back home, but they argue
on each section. They argue,
who will get a big part
too large. Mouse Deer did not actually agree with
the proposal. Then he was looking reasonable.
Sudden jump deer and gave no sign of
distress. Everything frightened and scampered
to escape. There is a headlong fall, there
who plunged into the hole and some are caught
the roots. Salaipun they leave behind all. Only
deer and turtles that do not run. Together they
home and walk chanting, carrying
package is loaded.
================================================
"Thanks to high intelligence, the weak become strong and
the oppressed to be the winner ".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar